https://www.youtube.com/watch?v=r7pbrrnjC6I
BELAJAR BERBAGI
SPIRIT; PERSISTENCE (keGIGIHan; keTEKUNan, keTEGUHan); ENLIGHTENING (Mencerahkan); EMPOWERING (Memberdayakan) DREAM TEAM (Tim Impian)
Rabu, 11 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Kata Bijak 002
“Jika anda mencoba untuk meraih sesuatu, anda akan menghadapi rintangan.
Saya juga mengalaminya; setiap orang juga pasti mengalaminya. Namun
rintangan tidak harus menghentikan anda. Jika anda menemui jalan buntu,
jangan berbalik arah dan menyerah. Temukan cara untuk memanjat atau
melewatinya.”
Bukalah Topengmu dan bukalah jubah kebesaranmu…!
“Orang yang selalu menunda-nunda melaksanakan niatnya tidak akan mencapai apa-apa.
Bertindak memang ada bahayanya, tetapi bila kita duduk saja menunggu rezeki nomplok, yang akan datang adalah kegagalan.
Kesampingkan saja keragu-raguan anda dan maju terus!”
– Og Mandino –kb 0005
Manakala kita dalam situasi yang aman
(status quo) dalam “situasi” kerja, kita merasa aman, tidak merasa bahwa
berlalunya waktu, bertambahnya usia, kalau kita berpikir secara jujur
dan mengiyakan hati nurani, semakin tambahnya kebutuhan , baik untuk
diri sendiri, anak atau untuk keluarga, dimana kebutuhan tidak sebanding
dengan pendapatan dan inflasi yang selalu menjadi konflik di masyarakat
kita.
Dengan situasi yang demikian apa yang bisa
kita harapkan dari kondisi (nb: aman tetapi tidak aman dan nyaman).
Mengapa saya katakan demikian?
Contoh saja : Bagi yang hidupnya ada diladang Perusahaan, ketergantungan kita dengan Perusahaan sangat tinggi, dari pagi sampai malam ditambah lembur dan kalau sampai tengah malampun, pasti akan dijalani. Saya berpikir : Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Ladang kita dua sampai lima tahun mendatang. Kita sebagai Karyawan / Buruh : didudukan pada pada Tiga P :
(1) Pensiun : Bila kita sudah waktunya pensiun rata-rata 55 th,
(2) PHK : Dalam kasus tertentu bisa saja terjadi,
(3) Pailit : Banyak kasus yang terjadi dengan kondisi seperti ini, yang kalah dan akhirnya mengalah. Kemudian timbul pertanyaan besar ? Kalau sudah terjadi demikian : Apa yang bisa kita lakukan ? Sementara kita sendiri belum siap dengan kehidupan cara baru. Kenapa ? Posisi seorang buruh dengan kehidupan yang serba pas-pasan , belum mampu untuk menyisihkan sebagaian hasilnya untuk ditabung atau diinvestasikan, jawaban mereka selalu : Boro-boro nabung, untuk makan saja harus ketok pintu tetangga terus (cari utangan). Atau gali lobang tutup lobang, dan bianya kita menggalinya lebih besar. Terus apa kita mau kondisi kita akan begini terus. Bangkitlah saudaraku…! Banyak jalan menuju ke Roma . Kita buka lembaran baru atau kita harus menciptakan pendapatan sampingan atau kalau boleh dikatakan kita harus menciptakan kran-kran kecil, sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan diri kita kita tinggal memperbesar kran kran yang kecil itu. Tetapi apakah tidak akan menimbulkan masalah baru? Jelas! Setiap tindakan /sebab pasti ada akibatnya, tetapi tanpa membuat suatu perubahan… ya… beginilah kita adanya…,mau..! silakan.
Salah satu contoh masalahnya sebenarnya yang keluar dari dalam diri kita adalah : KITA EGO TERLALU TINGGI, TOPENG kita dipakai terus, JUBAH kebesaran kitalah yang selalu kita pakai.
Contoh saja : Bagi yang hidupnya ada diladang Perusahaan, ketergantungan kita dengan Perusahaan sangat tinggi, dari pagi sampai malam ditambah lembur dan kalau sampai tengah malampun, pasti akan dijalani. Saya berpikir : Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Ladang kita dua sampai lima tahun mendatang. Kita sebagai Karyawan / Buruh : didudukan pada pada Tiga P :
(1) Pensiun : Bila kita sudah waktunya pensiun rata-rata 55 th,
(2) PHK : Dalam kasus tertentu bisa saja terjadi,
(3) Pailit : Banyak kasus yang terjadi dengan kondisi seperti ini, yang kalah dan akhirnya mengalah. Kemudian timbul pertanyaan besar ? Kalau sudah terjadi demikian : Apa yang bisa kita lakukan ? Sementara kita sendiri belum siap dengan kehidupan cara baru. Kenapa ? Posisi seorang buruh dengan kehidupan yang serba pas-pasan , belum mampu untuk menyisihkan sebagaian hasilnya untuk ditabung atau diinvestasikan, jawaban mereka selalu : Boro-boro nabung, untuk makan saja harus ketok pintu tetangga terus (cari utangan). Atau gali lobang tutup lobang, dan bianya kita menggalinya lebih besar. Terus apa kita mau kondisi kita akan begini terus. Bangkitlah saudaraku…! Banyak jalan menuju ke Roma . Kita buka lembaran baru atau kita harus menciptakan pendapatan sampingan atau kalau boleh dikatakan kita harus menciptakan kran-kran kecil, sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan diri kita kita tinggal memperbesar kran kran yang kecil itu. Tetapi apakah tidak akan menimbulkan masalah baru? Jelas! Setiap tindakan /sebab pasti ada akibatnya, tetapi tanpa membuat suatu perubahan… ya… beginilah kita adanya…,mau..! silakan.
Salah satu contoh masalahnya sebenarnya yang keluar dari dalam diri kita adalah : KITA EGO TERLALU TINGGI, TOPENG kita dipakai terus, JUBAH kebesaran kitalah yang selalu kita pakai.
Disini saya hanya mengajak supaya kita
bisa selalu berpikir, bahwa ego yang kita tanam dalam diri kita atau
yang pakai harus kita buang, dalam arti kita tidak perlu lagi berpikir,
karena sekarang aman dan nyaman tidak perlu lagi mencari alternatif yang
lain, syukur-syukur kalau kita sudah waktunya pensiun kita tinggal
meneruskan kran-kran kecil yang sudah kita bangun. Selamat …!
Bagaimana menjadi orang sukses
“Semua orang sukses adalah pemimpi yang hebat. Mereka membayangkan akan seperti apa masa depan mereka dan kemudian mereka berjuang setiap hari menuju visi dan tujuan mereka.” –
– Brian Tracy
Bertitik tolak dari kata bijak diatas,
seharusnya kita malu..kenapa…? Kita mau jadi orang sukses, tetapi kita
tidak mau berjuang untuk mengejar visi dan tujuannya…?maunya kita hanya
ongkang-ongkang kaki (tidak mau bekerja / malas bekerja / melakukan
sesuatu tetapi maunya cepat sukses. Jikakita mau kaya dan tidak mau
bekerja apalagi bekerja keras, jalan keluarnya = yang instan-instan
ajalah yang penting kaya, jalan apa saja dilakoni (dijalankan) tidak mau
tahu itu jalan yang benar atau yang tidak benar dbenarkan.
Kita harus tahu dan mau menjalani proses
yang tidak ringan, kebanyakan orang tidak mau prosesnya dan maunya
cepat-cepat mendapatkan hasil/keuntungan, dan hal ini mungkin bisa dan
mungkin sangat tidak mungkin…?
Semua yang kita kejar pasti membutuhkan alat, tenaga dan pikiran dan “investasi”.
Jadi kalau impian kita hanya bayangan saja
dan tidak pernah dikejar dengan cara yang benar, mustahil akan tercapai
dan perjuangannya akan sia-sia dan visi dan tujuan hidupnya tidak akan
pernah tercapai.
salam sukses,
Sebuah Tawaran
Kita adalah manusia-manusia yang pada
fitrah/hakekatnya adalah bebas dan bermartabat. Dalam kondisi kita
sekarang ini, kita belumlah kalah. Kita bukan pecundang yang mau
menyerah begitu saja berhadapan dengan kekuatan-kekuatan besar ekonomi.
Kita akan berjuang dan terus berjuang sampai titik darah penghabisan
karena perjuangan itu sedemikian berarti bagi diri kita sendiri, bagi
keluarga kita , dan juga bagi orang-orang yang kita cintai. Serta
generasi yang akan datang.
Kondisi sulit atau paling banter
‘pas-pasan’- justru menuntut kita untuk membangun dan melakukan suatu
perubahan secara bersama-sama. Namun, melakukan dan membangun suatu
perubahan secara bersama-sama membutuhkan modal yang tidak sedikit.
Modal itu pertama-tama bukanlah uang atau benda-benda materiil. Modal
itu adalah kepercayaan, ketekunan, kejujuran, dan komitmen yang kuat.
Semua modal yang kita butuhkan itu berpondasikan pada visi dan misi kita
yang sama untuk membangun hidup yang lebih baik.
BAGAIMANA ANDA MELIHAT DAN MEMBANDINGKAN KENYATAAN INI ?
Inikah yang disebut “Tikus mati di lumbung padi ?”
JIKA BEGITU, DIMANA SEBENARNYA LETAK PERMASALAHANNYA ?
Menjawab pertanyaan tersebut, secara umum dapat dikatakan bahwa ada dua sisi : permasalahan yang kait mengkait yakni permasalahan eksternal dan permasalahan internal.
JIKA BEGITU, DIMANA SEBENARNYA LETAK PERMASALAHANNYA ?
Menjawab pertanyaan tersebut, secara umum dapat dikatakan bahwa ada dua sisi : permasalahan yang kait mengkait yakni permasalahan eksternal dan permasalahan internal.
MASALAH EKSTERNAL
• Globalisasi yang memunculkan banyak peluang dan menumbuhkan banyak harapan ternyata juga menyuburkan praktek dan mentalitas komersialisme.
• Dalam praktek dan mentalitas komersialisme, hak atas barang dan jasa kebutuhan hidup ditentukan oleh daya beli; semakin seseorang mempunyai uang, semakin ia dianggap lebih “berhak” atas barang dan jasa tersebut. Sebaliknya, semakin seseorang tidak mempunyai uang maka semakin ia dianggap “tidak berhak” atas barang dan jasa -bahkan atas kebutuhan barang dan jasa yang paling mendasar seperti makanan, kesehatan, dan pendidikan.
• Disamping kedua hal tersebut di atas, permasalahan eksternal lain yang sangat penting adalah soal Kebijakan publik.
Sesuai dengan teori “Kontrak Sosial” yang melahirkan pemerintah dan sistem pemerintahan, Pada hakekatnya tugas pemerintah adalah menjaga dan memastikan bahwa kesejahteraan bersama tetap menjadi tujuan utama hidup berbangsa dan bernegara yang diupayakan dengan sadar dan sengaja.
• Globalisasi yang memunculkan banyak peluang dan menumbuhkan banyak harapan ternyata juga menyuburkan praktek dan mentalitas komersialisme.
• Dalam praktek dan mentalitas komersialisme, hak atas barang dan jasa kebutuhan hidup ditentukan oleh daya beli; semakin seseorang mempunyai uang, semakin ia dianggap lebih “berhak” atas barang dan jasa tersebut. Sebaliknya, semakin seseorang tidak mempunyai uang maka semakin ia dianggap “tidak berhak” atas barang dan jasa -bahkan atas kebutuhan barang dan jasa yang paling mendasar seperti makanan, kesehatan, dan pendidikan.
• Disamping kedua hal tersebut di atas, permasalahan eksternal lain yang sangat penting adalah soal Kebijakan publik.
Sesuai dengan teori “Kontrak Sosial” yang melahirkan pemerintah dan sistem pemerintahan, Pada hakekatnya tugas pemerintah adalah menjaga dan memastikan bahwa kesejahteraan bersama tetap menjadi tujuan utama hidup berbangsa dan bernegara yang diupayakan dengan sadar dan sengaja.
MASALAH INTERNAL
Ternyata, perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada umur negara itu.
Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.
Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.
Prinsip Dasar Kehidupan
1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggung jawab
4. Hormat pada aturan & hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung & investasi
8. Mau bekerja keras
9. Tepat waktu
1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggung jawab
4. Hormat pada aturan & hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung & investasi
8. Mau bekerja keras
9. Tepat waktu
Di negara terbelakang/miskin/ berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut.
Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita.
Kita terbelakang / lemah / miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik.
Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Usaha apapun tidak akan berhasil kalau perencanaan tidak matang ! dan tanpa didukung komponen-komponen yang lain
Investasi (bahasa umum): Pengorbanan dalam bentuk sikap,uang.
Sikap, yang sangat berkaitan dengan performance seseorang dalam membangun bisnisnya, Penampilan, Perilaku, Tutur kata, serta membangun hubungan yang baik.
Uang, Untuk memastikan dan membangun bisnis dan system berjalan dengan baik, tidak ada alasan lain untuk tidak menggunakan alat yaitu UANG.
Investasi (bahasa umum): Pengorbanan dalam bentuk sikap,uang.
Sikap, yang sangat berkaitan dengan performance seseorang dalam membangun bisnisnya, Penampilan, Perilaku, Tutur kata, serta membangun hubungan yang baik.
Uang, Untuk memastikan dan membangun bisnis dan system berjalan dengan baik, tidak ada alasan lain untuk tidak menggunakan alat yaitu UANG.
Apakah ANDA siap ? Ataukah ANDA akan terus
menggantungkan hidup anda dalam kondisi dan dengan pendapatan anda saat
ini ? Apakah anda sudah merasa puas ?
Kalau BELUM dan anda mau merubah hidup
Anda dan berani mengambil segala konsekuensinya dan mau berjuang
bersama-sama dengan kami, saya yakin dan menjamin kehidupan anda akan
lebih baik.
Peluang Usaha
Apa yang bisa dijadikan peluang Usaha….!
Falsafah Jawa: Begeged Ugeg-ugeg mel-mel sadulito…! Mungkin Anda pernah dengar falsafah diatas, Kalau kita mau bergerak/usaha kita akan mendapatkan rejeki/makan.
Hanya saja kita sering gengsi dan hanya yang di tuju saja yang terus dikejar (mungkin ada baiknya) tetapi kalau kehendak yang di atas belum merestui saya yakin hal itu tidak akan terjadi.
Nah barang kali ini salah satu jalan Anda untuk memulai usaha…
Anda bisa buka https://hni.id/02640228
semoga bermanfaat.
sukses selalu
Falsafah Jawa: Begeged Ugeg-ugeg mel-mel sadulito…! Mungkin Anda pernah dengar falsafah diatas, Kalau kita mau bergerak/usaha kita akan mendapatkan rejeki/makan.
Hanya saja kita sering gengsi dan hanya yang di tuju saja yang terus dikejar (mungkin ada baiknya) tetapi kalau kehendak yang di atas belum merestui saya yakin hal itu tidak akan terjadi.
Nah barang kali ini salah satu jalan Anda untuk memulai usaha…
Anda bisa buka https://hni.id/02640228
semoga bermanfaat.
sukses selalu
Kata Bijak 001
Jangan Takut Gagal Sebelum Mencoba!
Jangan Takut Jatuh Sebelum Melangkah!
KESUKSESAN Milik Orang Yang Berani Mencoba.
Ingat ! Apa Yang Tidak Mungkin Seringkali Belum Pernah Dicoba!
_ aw _
Jangan Takut Jatuh Sebelum Melangkah!
KESUKSESAN Milik Orang Yang Berani Mencoba.
Ingat ! Apa Yang Tidak Mungkin Seringkali Belum Pernah Dicoba!
_ aw _
zona amankah…
Pada saat Zona “Aman” sementara, kebanyakan orang akan merasa aman dan
terlena dengan kondisi yang ada. Sebaliknya pada saat terdesak akan
menimbulkan aksi dan reaksi. Ambil contoh : Ketika kita di dunia
karyawan akan merasa aman dan merasa aman lagi kalau setiap bulannya
masih menerima tambahan jam lembur, tetapi mana kala jam lembur
berkurang akan sedikit aksi dan sebetulnya sudah mulai merasa bahwa
pendapatan bulan berikutnya akan berkurang. Kemudian pa bila perusahaan
mulai kembang kempis mulailah merasakan dan “galau” jangan-jangan entar
kena PHK…?
Nah maksud saya, manakala posisi aman dan perusahaan aman, kenapa tidak mencari terobosan baru atau mengembangkan usaha yang sebenarnya sesuai dengan mimpi sebelumnya…
Selamat berpikir kembali…
salam
Nah maksud saya, manakala posisi aman dan perusahaan aman, kenapa tidak mencari terobosan baru atau mengembangkan usaha yang sebenarnya sesuai dengan mimpi sebelumnya…
Selamat berpikir kembali…
salam
Selasa, 03 Desember 2019
SABUN PROPOLIS TRANSPARAN
SABUN PROPOLIS TRANSPARAN
Deskripsi Produk
KEGUNAAN
Sabun Propolis digunakan untuk perawatan kesehatan dan sebagai
bahan kosmetik. Sabun Propolis HNI dengan kandungan propolis, membersihkan
kulit tubuh sekaligus melembabkan, sehingga kulit menjadi bersih, terasa lembut
dan tampak lebih bercahaya setiap hari.
KOMPOSISI
Aqua, Cocos nucifera oil, Olea europaea fruit oil, Stearic acid,
Glycerin, Propylene glycol, Sucrose, Sodium hidroxide, Propolis, Parfum, Citric
acid, BHT.
PEMAKAIAN
Gunakan Sabun Propolis setiap mandi, untuk hasil
yang lebih sempurna.
Wil. 1&2: Rp20.000; kode: 17/5
Wil. 3: Rp25.000; kode: 20/5
Wil. 4: Rp27.000; kode: 22/5
Wil. 3: Rp25.000; kode: 20/5
Wil. 4: Rp27.000; kode: 22/5
Langganan:
Postingan (Atom)
